..selama seminggu ini, dada terasa sesak. Ya, konflik dengan orang yang paling saya cintai dalam hidup saya, Bapak, menyisakan serpihan debu dan kerikil setiap saya menarik napas dalam-dalam..
..satu minggu sudah berlalu, saya masih tak berani menegurnya. Bapak adalah seorang pekerja di sebuah instansi yang terletak disebuah daerah bernama Serpong, kota Tangerang Selatan. Kami selalu bertemu di kota Padalarang, tempat saya tinggal bersama nenek, dan tempat istirahat weekend Bapak bersama anak-anaknya..
..karena permintaan saya yang terbilang berani di minggu lalu, setidaknya saya telah mencoba, dan akhirnya mengetahui bahwa permintaan itu untuk saat ini bukan permintaan yang relevan, masih banyak yang harus saya kerjakan, masih banyak mimpi yang saya tunda langkah-langkahnya, masih banyak.. dan saya tahu, saya tahu bahwa Bapak sangat mencintai saya..
..saya tidak ingin permintaan saya melukai perasaan Bapak, saya hanya ingin mengambil jalan yang Bapak sertakan do’a dalam setiap usaha saya..
..Bapak, terima kasih karena telah memaafkan anakmu yang khilaf dan kurang perhitungan ini, ismi tahu Pak, Bapak tak ingin ismi menyesal, Bapak hanya ingin anaknya bahagia..
..Ya Rabb, ingatkanlah saya selalu tentang hari ini, tentang pesan-pesan Bapak, tentang do’a dan harapan Bapak..
..Ya Rabb, aku berjalan menuju jalan-Mu, terangilah jalanku, amiin..
..Bapak, akan saya tulis memori indah tentangmu, di dua tahun yang akan datang, ketika kau serahkan saya pada lelaki pilihan saya nanti :’)
..Bapak, terima kasih, saya ingin selalu ingat hari ini..
Dad, you’re my Hero! and I will always be your little girl :’)